Pertemuan Rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Desa Krasak Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali

oleh Sulis Setiyo Mahasiswa Universitas Boyolali

Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi di bidang pertanian yang tinggi. Salah satunya ialah di Desa Krasak Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali. Meskipun memiliki potensi pertanian yang tinggi, namun isu kesejahteraannya selama ini masih penting untuk dikaji utamanya terkait kemiskinan yang mereka alami. Hal ini dikarenakan pendapatannya di bidang usaha pertanian cenderung tidak stabil mengikuti dengan kondisi alam, sumber daya manusia, dan nilai harganya. Di desa Krasak sendiri warga setempat mayoritas bekerja sebagai petani juga mengalami permasalahan seperti itu. Mereka mempunyai Kelompok Wanita Tani (KWT) yang beranggotakan para ibu-ibu. Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki ialah nama perkumpulannya. Struktur Organisasi KWT Sumber Rejeki Desa Krasak dibawah naungan Bapak Muhadi, S.Ag sebagai pelindung, di ketua i oleh Ibu Sri Sutartini, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Krasak Bapak Supardiman, A.Md, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Teras Bapak Teguh Widiatmo S.TP.

            Pada saat pertemuan rutinan (Senin, 9/12/2024) Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki memiliki program-program. Agenda hari senin yaitu pertemuan arisan kas dan hari rabu lahan green house. Program-program tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan budidaya tanaman sayuran dan komoditas lain di area lahan maupun pekarangan sekitar. Melihat sisi Kelompok Wanita Tani (KWT), yang dikhususkan beranggotakan hanya kaum perempuan, memperlihatkan adanya peran gender dalam pertanian dan mendorong peningkatan kapasitas diri serta ilmu di setiap anggota dalam mengelola sumber daya pertanian setempat. Lahan Kebun gizi ditanami sayuran meliputi kubis, jambu air, cabai, pare, kucai, kangkung, tomat dan empon-empon meliputi jahe dan kunir. Pada sayuran pare dan jambu air pada saat musim hujan ialah terkena lalat buah. Cara penanggulangannya menggunakan petrogenol, pemakaiannya dengan cara disemprot dan dikenai pada buahnya. Sedangkan untuk penanggulangan hama dan penyakit semua tanaman sayuran ialah menggunakan insektisida pada pagi dan sore hari. Produk lainnya yang dimiliki di KWT Sumber Rejeki ialah karak tanpa borak, rengginang singkong, cengkaruk, dan nugget. Sedangkan untuk olahan minuman kunir asem yang disajikan pengemasan dalam botol. Untuk menunjang keberhasilan dalam pengelolaan, KWT Sumber Rejeki Desa Krasak mendapatkan bantuan meliputi pekarangan pangan lestari, rumah bibit, tempat tanaman sayuran, tanaman pekarangan, dan perlengkapan pasca panen.             Upaya keberlanjutan memang perlu untuk memperkuat dalam bidang pertanian. Pada zaman sekarang, memanfaatkan media sosial sangat dibutuhkan. Selain itu peran dari stakeholder juga dibutuhkan untuk pengoptimalan dampak dan manfaat yang nantinya dirasakan oleh masyarakat luas serta tetap konsisten dalam keberlanjutannya. Maka dari itu, sumber daya manusia yang dimiliki harus berkompeten.

Tinggalkan komentar