KONTRIBUSI GENERASI MUDA TERHADAP PEMBANGUNAN BIDANG PERTANIAN DI KABUPATEN BOYOLALI

Kontribusi Generasi Muda Terhadap Pembangunan Bidang Pertanian di Kabupaten Boyolali”

Disusun Oleh : Priyanto Mahasiswa Universitas Boyolali Prodi Agroteknologi

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki tanah yang subur, sehingga sebagaian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dan menggantungkan hidupnya pada sektor agraris atau pertanian. Perkembangan pertanian di Indonesia masih rendah sehingga membutuhkan peran sumber daya manusia dan pemikiran – pemikiran segar dari para generasi muda, sebagai motor penggerak pertanian di Indonesia.  

Keterlibatan generasi muda memberikan dampak yang besar untuk mewujudkan sistem pertanian modern dengan alat – alat yang canggih menggantikan petani tradisional yang menggunakan alat – alat sederhana. Hal ini bertujuan untuk menarik para petani – petani muda yang lainnya untuk turut serta membangun pertanian modern di Indonesia, agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Berikut adalah merupakan beberapa langkah yang telah diambil generasi muda dalam memajukan sektor pertanian :

      1. Mengembangkan Pertanian modern

    Generasi muda telah mengambil langkah menuju pertanian yang lebih modern dengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi seperti mengganti alat – alat pertanian tradisional dengan alat – alat pertanian modern, contohnya traktor, Cultivator, bajak subsoil.

        • Sistem pertanian hidroponik

      Untuk menanggulangi lahan yang terbatas, generasi muda mengembangkan pertanian hidroponik sebagai solusi atas keterbatasan lahan. Tanaman yang ditanam dengan teknik hidroponik di dalam greenhouse terbukti memberikan hasil pertanian yak maksimal, minim gagal panen karena resiko terkena hama penyakit lebih rendah.

          • Pengembangan pertanian organik

        Tren sayuran dan buah organik di masyarakat menjadi peluang yang di manfaatkan oleh generasi muda untuk menghasilkan produk pertanian yang sehat dan berkualitas.

        Kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat menjadikan permintaan akan produk organik meningkat. Karena hal ini lah maka tren pertanian organik dikembangkan oleh generasi muda di daerah Boyolali, tepatnya di Desa Senden, Selo, Boyolali. Sentra sayuran organik lebih menjanjikan dengan harga yang bersaing dipasaran. Saat ini tanamaan hortikultura yang dikembangkan di desa Senden Selo antara lain tomat, bawang merah, kubis, kentang dan tanaman hortikultura yang lain.

        Prinsip utama dari pertanian organik adalah pemupukan menggunakaan pupuk organik dan minim pestisida atau bahan kimia sintetis. Dikarenakan minim penggunaan pestisida maka pengendalian hama tanaman dilakukan dengan cara mekanis dan teknik rotasi tanaman. Pengendalian hama di desa Senden ini dilakukan dengan cara melakukan penanaman tanaman jeruk, apel dan bunga terompet, yang mampu mengalihkan perhatian hama agar tidak merusak dan memakan tanaman. Petani juga membuat alat berupa perangkap atraktan, yaitu perangkap kimia sintesis yang mengeluarkan bau.

        Pemupukan dilakukan dengan memanfaatkan kotoran ternak dan pupuk kompos, karena pertanian organik ini minim pestisida. Selain demi mewujudkan pertanian organik,  pemanfaatn pupuk kandang mampu meminimalisir biaya, mengingat melambungnya harga pupuk.

        Keberhasilan pengembangan pertanian organik membutuhkan dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk pelatihan dan sumber permodalan bagi petani. Sehingga minat generasi muda untuk terjun dan mengembangkan sektor pertanian organik juga semakin besar.

        Tinggalkan komentar