Peta Kepemilikan dan Pengelolaan Lahan Pertanian Pertanian Berbasis Spasial
Perkembangan suatu wilayah tidak lepas dari alih fungsi lahan. Adanya pembangunan jalan tol 2019-2022 yang melalui Kecamatan Banyudono berdampak pada berkembangnya sarana prasarana sosial dan ekonomi pada wilayah tersebut.
Kecamatan Banyudono yang sebagian besar wilayahnya berupa pertanian sudah dipastikan akan mengalami alih fungsi lahan sebagai akibat dari multiplier effect dari pembangunan jalan tol.
Hasil dari penelitian kami menunjukkan bahwa (1) perubahan luasan penggunaan lahan diKecamatan Banyudono terbagi menjadi 2 kategori, yakni kenaikan danpenurunan. Jenis penggunaan lahan yang mengalami kenaikan luas adalah kawasan permukiman naik sebesar 466.274,28 m2, kawasan industri naik sebesar 272.111,01 m2, dan jalan tol sebesar 319.675,00 m2. Sementara itu penurunan luas terjadi pada lahan pertanian sebesar 1.058.060,29 m2, (2) perubahan penggunaan lahan dari pertanian ke permukiman mendominasi di Kecamatan Banyudono dengan luas sebesar 2.498.241,48 m2, (3) terdapat beberapa faktor yang
menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan di kecamatan tersebut antara lain kelangkaan pupuk bersubsidi dan mahalnya harga pupuk non subsidi. Solusi yang dapat dilakukan antara lain dengan melalukan penyerapan hasil produksi padi dari petani dengan harga yang kompetitif, (b) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, (c) memberikan insentif bagi petani, (d) melakukan sosialisasi kepada petani terkait dengan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

