Info Teknologi: Elisitor Biosaka, Pupuk Alam yang menjanjikan

Tanaman elisitor adalah suatu tanaman yang mengandung senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi dan akumulasi fitoaleksin, meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis metabolit sekunder. Biosaka sebelumnya diduga semacam hormon atau katalisator yang mampu mengurangi penggunaan pupuk dan melindungi tanaman dari serangan hama penyakit.

Biosaka adalah bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dan mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50-90 persen. Biosaka terdiri dari suku kata Bio dan Saka. Bio singkatan dari Biologi, dan Saka artinya dari. Jadi, Biosaka artinya adalah dari Alam Kembali ke Alam. Inovasi ini dikembangkan petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam.

Elisitor Biosaka tidak menggunakan mikroba maupun proses fermentasi dalam pembuatannya. Teknologi yang digunakan tidak rumit, tetapi sederhana. Teknologi Biosaka sudah mulai diuji coba pada skala luas. Manfaatnya Kelebihan bahan ini menurut penemunya yaitu: Efektifitas kinerja yang baik. Bahan baku Biosaka juga tersedia setiap saat di lingkungan petani, dimana dan kapanpun.Kekurangan Biosaka Biosaka adalah tidak dapat diproduksi dengan mesin. Pemilihan Bahan Elisitor Biosaka dibuat dari bahan rerumputan dan daun tanaman berpohon yang sedang dalam pertumbuhan optimal dengan ciri-ciri yaitu daun dalam keadaan sehat, tidak terserang hama, jamur, virus dengan warna hijau segar tidak terlalu tua atau muda. Tidak boleh dari daun berlendir dengan jumlah antara 5-20 jenis dedaunan.

Bagaiamana cara membuatnya?

Bahan Biosaka dipilih dari bahan rumput dan daun liar dilapangan yang sehat, segar tidak terserang hama dan penyakit.  Rumput dan daun terseleksi dimasukkan ke dalam ember yang telah berisi air. Bahan bisa langsung diperas secara segar dari lapang, tetapi lebih bagus dilayukan 24-48 jam biar agak layu, sambil diseleksi lagi, yang tidak kering dan rusak. Peremasan daun di dalam ember dengan posisi daun terendam air saat peremasan, sekali diremas, sekali dilakukan pengadukan. Pengaplikasian Biosaka menggunakan spreyer, dengan cara posisi nozzle menghadap ke atas sekitar 1 meter di atas tanaman, nozzle diatur menghasilkan drif seperti kabut, aplikasi juga melihat arah angin sehingga penyebaran partikel larutan mengarah pada daun tanaman sasaran secara merata. Dosis aplikasi untuk tanaman padi dan jagung yaitu 40 ml per 15 liter air alat semprot, sedangkan untuk tanaman cabe, tomat, kacang tanah dosis 20-30 ml per tangki sprayer tergantung umur tanaman, periode aplikasi sekitar 10-14 hari sekali.