Petani Milenial Boyolali Ikuti Capacity Building di Kota Batu, Jawa Timur

Kota Batu, Jawa Timur (31/10/2025). Program pembinaan Petani milenial mendapatkan perhatian banyak pihak. Salah satunya dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo yang mengadakan kegiatan Capacity Building Petani Muda dengan tema membangun ketahanan ekonomi pertanian dan pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur pada tanggal 29-31 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Petugas Dinas yang membidangi pertanian se-Solo Raya, Perwakilan petani milenial se-Solo Raya, Perwakilan petani klaster binaan Bank Indonesia se-Solo Raya, dan Perwakilan pegiat desa wisata se-Solo Raya. Dari Boyolali diwakili oleh Muhammad Busroni (Dinas Pertanian Kab. Boyolali), Arif Wahyono (Petani Milenial Kec. Selo), Sutopo (Petani Milenial Kec. Cepogo), Isa Muhammad Ilyas (Petani Klaster Capsinum Tamansari), Bagus Tri Laksono (Petani Klaster Capsinum Selo), Muhammad Dika Mustofa (Petani Klaster Capsinum Selo), Manar Azizah (Petani Klaster Beras Organik Mojosongo), Ahdiana Ika Ariyanti (Petani Klaster Beras Organik Mojosongo), Kharisudin (Pegiat Desa Wisata Selo) dan Ayu Amalia (Pegiat Desa Wisata Sawit).

Selama 3 hari, peserta diajak berkunjung ke lapangan, belajar dan berdiskusi dipandu oleh Bank Indonesia. Hari pertama (29 Oktober 2025), peserta diajak mengunjungi Desa Wisata Pujon Kidul, Kec. Pujon, Kab. Malang, Prov. Jawa Timur. Desa Wisata Pujon Kidul merupakan desa yang terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur yang terdepan dalam memanfaatkan kekayaan alam untuk tujuan wisata. Desa ini mempunyai luas kurang lebih 330 hektar dan terbagi menjadi tiga dusun yaitu Maron, Krajan dan Trunlejo. Potensi yang ada di desa Pujon Kidul ini adalah pertanian dan peternakan yang kemudian dikemas menjadi konsep wisata yang sampai saat ini berkembang dan menjadi salah satu jawaban permasalahan yang ada di Desa Pujon Kidul. Sawah dan peternakan lokal telah disulap menjadi destinasi wisata menarik. Selain itu, kebun masyarakat juga dijadikan sebagai tempat pemetikan buah-buahan yang menjadi ciri khas pariwisata Malang. Perkembangan perekonomian Desa Pujon Kidul tidak terlepas dari serangkaian inovasi. Desa Wisata Pujon Kidul menawarkan inovasi melalui atraksi wisata kelas dunia. Salah satunya membuka usaha cafe sawah. Sesuai dengan namanya, cafe ini didesain seolah-olah pengunjung sedang menikmati kopi atau makan di gubuk petani di tengah sawah.. Wisata di Pujon Kidul merupakan model masyarakat prismatik. Memadukan potensi sawah sebagai simbol masyarakat tradisional dengan melakukan inovasi menjadi menjadi café sebagai simbol masyarakat modern. Dari sisi pemberdayaan masyarakat, Pujon Kidul merupakan model desa wisata yang kini berkembang menjadi wisata desa. Menggambarkan adanya kolaborasi antara peran pemerintah desa dengan partisipasi masyarakat untuk kesejahteraan bersama.

Hari kedua (30 Oktober 2025), peserta diajak mengunjungi Gapoktan Mitra Arjuna Ds. Tulungrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Prov. Jawa Timur. Gapoktan Mitra Arjuna berada di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Jawa Timur dengan ketinggian 1000-1700 meter diatas permukaan laut (MDPL). Letak geografisnya sangat cocok untuk menghasilkan berbagai produk tanaman hortikultura. Pada tahun 2011 Gapoktan Mitra Arjuna bergabung menjadi binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang diawali dengan inovasi teknologi dalam hal peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman, penanggulangan hama penyakit, inovasi peningkatan nutrisi tanaman, diversifikasi produk olahan kentang  dan pengembangan inovasi perbenihan. Selain kentang, Gapoktan Mitra Arjuna melakukan budidaya komoditas sayuran seperti bawang merah, bawang putih, wortel, kubis, paprika, tomat dan selada. Komoditas apel juga dikembangkan menjadi wisata petik buah dan produk olahan. Beberapa unit kegiatan juga terus dikembangkan sebagai upaya diversifikasi yang memperkokoh usaha Mitra Arjuna. Gapoktan Mitra Arjuna mempunyai visi dan misi untuk menjadikan anggotanya menjadi petani yang modern. Beberapa hal nyata yang telah diraih adalah  petani berhasil meningkatkan kelas dan merubah pola pikir pertanian tradisional menjadi modern yang dibuktikan dengan inovasi teknologi ramah lingkungan, peningkatan kapasitas petani, manajemen pascapanen, diversifikasi usaha, pemasaran, transformasi kelembagaan dan pusat pembelajaran berbagai pihak serta peningkatan akses keuangan. Bahkan telah berhasil melakukan ekspor beberapa komoditi pertanian, salah satunya umbi bunga ke Singapura dan Jepang.

Selanjutnya, peserta diajak mengunjungi P4S Bumiaji Sejahtera Ds. Bumiaji, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Prov. Jawa Timur. P4S Bumiaji Sejahtera adalah salah satu Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya yang berlokasi di Jl. Dewi Mutmainah 4, Dusun Banaran, Ds. Bumiaji, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Prov. Jawa Timur. P4S Bumiaji Sejahtera bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dalam pengembangan sistem pelatihan untuk petani muda.  P4S ini telah menerapkan teknologi digital dalam budidaya pertanian, yang memiliki hasil pertanian organik seperti buah jambu kristal dan sayur kale. P4S ini juga mengembangkan berbagai olahan dari jambu, jeruk lemon, dan sayur kale. Sistem pelatihan yang diberikan oleh P4S Bumiaji Sejahtera bertujuan untuk memajukan komoditas lokal mulai dari budidaya, panen, pascapanen dan pengolahan sampai pada pengemasan dan pemasaran serta peningkatan kualitas SDM Petani Millenial dan Zilenial khususnya di Malang Raya.

Acara ditutup dengan Sharing session Perkembangan Petani Milenial di Solo Raya. Dalam kesempatan tersebut para peserta menceritakan kegiatan yang mereka lakukan selama ini, hasil kunjungan dan rencana-rencana ke depan. Bapak Condro Nugroho selaku Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, menyampaikan bahwa Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten/Kota se-Solo Raya telah membina beberapa petani/kelompok tani/gabungan kelompok tani dan menciptakan klaster untuk beberapa komoditas pertanian. Bank Indonesia diharapkan tetap dan terus melaksanakan pembinaan dan pendampingan bagi petani/kelompok tani/gabungan kelompok tani dari hulu sampai hilir.

Petani muda harapan masa depan pertanian, terus berkolaborasi memajukan pertanian Boyolali

Muhammad Busroni, S. Hut.,MM, Kepala Bidang Perkebunan

Tinggalkan komentar