Dinas pertanian kenalkan Inovasi Baru, Penanaman bawang merah dari biji

Cepogo (31/10/2025). Dalam rangka meningkatkan efisiensi budidaya Bawang Merah, pada tanggal 31 Oktober 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali melakukan sosialisasi penanaman bawang merah dari biji botani bawang merah yang biasa dikenal sebagai True Seed of Shallot (TSS) di Desa Mliwis Kecamatan Cepogo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan metode penanaman bawang merah dari biji. Hadir dalam kegiatan ini 50 orang Kelompok Tani Ledok Tani Suci, Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali didampingi Camat Cepogo, BPP Cepogo, dan Kepala Desa Mliwis, dalam kesempatan ini menyampaikan sambutan mengenai pentingnya inovasi di bidang pertanian, salah satunya budidaya bawang merah dengan menggunakan biji. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah telah memberikan bantuan biji bawang merah berupa biji bawang merah sebanyak 6 kg/ 12 pack jenis varietas Maserati, alat semai 6 unit, tray semai 780 buah, media tanam 800 kg, asam humat 20 sachet dan plastik UV 4 roll untuk luasan 2 Ha. Bantuan sumber dana APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025 hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Penanam bawang merah dari biji merupakan inovasi teknologi yang perlu dikenalkan dan di kembangkan khususnya di Kecamatan Cepogo dan secara umum di Kabupaten Boyolali. Apabila ini sudah berhasil dikembangkan, maka petani tidak usah lagi membeli benih dalam bentuk umbi, sehingga bisa mandiri benih dan mengurangi ketergantungan dari Kota Batu, Malang. Ke depan bawang merah ditargetkan menjadi komoditas unggulan Kabupaten Boyolali.

Setelah sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Gunawan Andriyanta selaku Kepala Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian Kab. Boyolali menyampaikan materi terkait metode penanaman bawang merah dari biji. Salah satu kunci keberhasilan budidaya bawang merah adalah ketersediaan benih bermutu. Selama ini petani menggunakan benih bawang merah dalam bentuk umbi vegetatif. Namun terdapat beberapa kekurangan dari benih umbi vegetatif tersebut yaitu dibutuhkan dalam jumlah yang sangat banyak (1,5-2,0 ton/ha) serta sering dijual petani pada saat harga untuk konsumsi lebih tinggi dari pada harga untuk benih, yang pada akhirnya dapat menimbulkan permasalahan kelangkaan benih terutama pada waktu off season (luar musim tanam). Salah satu teknologi yang prospektif untuk dikembangkan dalam rangka mengatasi masalah perbenihan bawang merah nasional adalah penggunaan benih dari biji botani bawang merah yang biasa dikenal sebagai True Seed of Shallot (TSS). Beberapa keunggulan TSS adalah tanaman lebih sehat, nisbah perbanyakan tinggi (1:200) dan daya simpan lama (>2 tahun). Secara teknis, petani dapat membeli biji bawang merah yang dijual secara umum di toko-toko pertanian, selanjutnya biji disemaikan di potray. Setelah 35-45 hari, semai dipindahkan ke lahan. Kegiatan dilanjutkan dengan uji tanam bawang merah dari biji di lahan salah satu anggota Kelompok Tani Ledok Tani Suci seluas 2 Ha.

Di sela-sela acara, Hardani, S.Sos, Kepala Desa Mliwis mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali atas sosialisasi penanaman bawang merah dari biji. Lahan tanah kas desa dulu area sawah tetapi sekarang ditanami rumput gajah, ingin dikembalikan ke lahan pertanian untuk tanaman pangan atau hortikultura. Semoga semakin berkembang dan petani lebih sejahtera. Muhammad Isak, SP, MP, selaku plt. Camat Cepogo berpesan kepada pemerintah Desa agar memanfaatkan tanah kas desa dengan sebaik-baiknya untuk mendukung program pemerintah. Semoga dengan adanya bantuan ini anggota kelompok tani dapat meningkatkan pendapatannya, bisa semakin Sejahtera, dan tentu saja bisa menjadi produk unggulan kecamatan Cepogo. 

Inovasi penanaman bawang merah dengan biji menjadi sebuah terobosan baru untuk meningkatkan produktivitasnya.

Veronika Arie Maharani , S.Pt, Penyuluh Pertanian BPP Cepogo

Tinggalkan komentar