Ngemplak (22/10/2025). Dalam rangka peningkatan optimalisasi pengelolaan lahan nonrawa/ lahan kering di Kabupaten Boyolali, Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 telah dilaksanakan Pembentukan Brigade Pangan (BP) Pasca Optimasi Lahan Kabupaten Boyolali di Aula Kecamatan Ngemplak. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali yang bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang (YoMa) dan Balai Pengkajian dan Riset Pertanian (BRMP) Jawa Tengah.
Kegiatan pembentukan Brigade Pangan Boyolali diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri dari petani milenial, Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani (Poktan), dan Babinsa dari wilayah Kecamatan Ngemplak dan sekitarnya. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan musyawarah, yang difokuskan pada pengenalan konsep Brigade Pangan, diskusi mengenai struktur kelembagaan, serta pembentukan kepengurusan. Dari kegiatan tersebut telah berhasil dibentuk kelembagaan Brigade Pangan beserta struktur organisasinya. Struktur ini disepakati bersama oleh peserta dan menjadi dasar operasional kelembagaan dalam mengelola kegiatan pertanian secara terpadu dan berkelanjutan. Selanjutnya Struktur organisasi Brigade Pangan yang terbentuk disahkan melalui Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali. Bapak Suyanta, SP., MM, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan terbentuknya Brigade Pangan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pendapatan petani serta anggota Brigade Pangan dalam mengelola usahatani melalui pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi pasca Optimasi Lahan Nonrawa.

Brigade pangan sendiri merupakan kelembagaan usaha pertanian yang beranggotakan Petani Milenial. Brigade Pangan dirancang sebagai wadah ekonomi produktif yang bertujuan mendorong tumbuhnya kelembagaan ekonomi di sektor pertanian. Usaha ini akan dikelola secara profesional oleh kelompok usaha bersama petani, yang diarahkan untuk mengelola lahan pasca optimasi dengan pendekatan pertanian modern, khususnya berbasis tanaman padi. Kegiatan yang akan dilakukan oleh brigade pangan adalah pemanfaatan Lahan Nonrawa/ lahan kering dengan fokus untuk kegiatan penanaman padi setelah kegiatan Optimasi lahan/ OPLAH selesai. Optimasi Lahan /OPLAH adalah usaha meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan/atau produktivitas tanaman melalui kegiatan penataan sistem pengairan dan penataan lahan pada lahan yang sedang dimanfaatkan oleh petani. Brigade Pangan Boyolali yang terbentuk ditargetkan mengelola lahan kering seluas 250 hektar yang tersebar di 9 kecamatan. Dalam pelaksanaannya, Brigade Pangan akan melakukan perjanjian kerjasama pengelolaan lahan usaha tani dengan pemilik lahan minimal selama 5 (lima) tahun yang dievaluasi setiap tahunnya.
Keberadaan Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan produksi pertanian di wilayah Boyolali, khususnya melalui peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas padi. Brigade ini juga menjadi contoh konkret bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional melalui model pertanian kolektif yang inovatif dan berkelanjutan
(Gunawan Andriyanta, S.Pt, M.si, Kabid penyuluhan)