Basmi Tikus, Banyudono Targetkan Peningkatan Produksi Pangan 

Banyudono, 12 Agustus 2025. Menindaklanjuti Laporan Kelompok Tani Subur Makmur perihal serangan tikus di lahan mereka, pada hari Selasa, 12 Agustus 2025, Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Boyolali, melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus di Desa Cangkringan, Kecamatan Banyudono. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas panen dan kesejahteraan petani dengan meminimalkan kerugian akibat serangan hama tikus. Kegiatan ini juga didukung oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah Sukoharjo yang menyediakan emposan (emposan adalah alat penghembus asap yang digunakan untuk mengusir atau membasmi hama tikus. Alat ini bekerja dengan membakar campuran bahan seperti jerami dan belerang, kemudian menghembuskan asapnya ke dalam lubang-lubang sarang tikus). Hadir dalam kegiatan ini Penyuluh Pertanian BPP Banyudono, Kepala Desa Cangkringan dan anggota Kelompok Tani Subur Makmur. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 35 orang.

Kegiatan Gerdal dimulai pada pukul 08.00 pagi di lahan yang terkena serangan hama tikus. Acara dimulai dengan pengarahan dari POPT Kabupaten Boyolali, dilanjutkan dengan operasi pengendalian hama tikus dengan metode fumigasi. Fumigasi adalah proses membasmi hama atau organisme pengganggu lainnya dengan menggunakan gas beracun yang disebut fumigan. Bahan yang digunakan adalah belerang sedang alat yang digunakan untuk pengasapan adalah emposan. Cara kerjanya adalah belerang dimasukkan ke lubang tikus yang masih aktif lalu diberi jerami. Selanjutnya jerami dan belerang tersebut dibakar dengan emposan, sehingga menghasilkan asap beracun. Setelah itu lubang tikus ditutup. Asap tersebut akan menyebabkan tikus dan anak-anaknya yang berada di dalam sarang tersebut mati.

Selama sekitar 1 jam kegiatan Gerdal dilaksanakan dengan cakupan penanganan OPT seluas  20 Ha. Untuk memaksimalkan hasil, kegiatan ini tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus secara rutin. Diharapkan ke depan petani secara mandiri dan berkelanjutan melakukan gerdal hama tikus dengan prinsip PHT (pengendalian hama secara terpadu) sehingga populasi tikus menurun secara berkelanjutan. Penurunan populasi tikus, akan meningkatkan produktivitas dan keamanan pangan.

Tinggalkan komentar