
Wonosamodro, 5 Agustus 2025. Para petani di Desa Gilirejo, Kecamatan Wonosamodro yang tergabung dalam Kelompok Tani Tani Makmur antusias mengikuti kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Tembakau. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dan telah dilaksanakan selama 5 kali pertemuan setiap hari Selasa mulai tanggal 8 Juli – 25 Juli 2025. Pada kegiatan tersebut, para petani dilatih dan dibimbing untuk melakukan pemantauan terhadap hama dan penyakit tanaman sekaligus langkah-langkah pengendaliannya dengan pendampingan dari Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman dan Penyuluh Pertanian setempat. Kegiatan PPHT diakhiri dengan pelaksanaan Farmer Field Day (FFD) pada tanggal 5 Agustus 2025. Pertemuan ini menjadi forum evaluasi Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) untuk komoditas tembakau di Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali. Petani menyampaikan hasil pengamatan dan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman tembakau
Kegiatan Farmer Field Day (FFD) dihadiri berbagai instansi antara lain Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah,Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wonosamudro. Dalam kegiatan ini dipaparkan hasil penerapan PPHT yang telah dilakukan selama 6 kali pendampingan kepada petani tembakau di wilayah tersebut. Dalam presentasi yang disampaikan, dibahas berbagai upaya pengendalian hama yang ramah lingkungan, efisien, dan mampu mempertahankan kualitas daun tembakau sesuai standar industri. Pada sesi diskusi, petani, penyuluh, dan narasumber saling bertukar pengalaman dan strategi pengendalian hama yang efektif.
Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa penerapan PPHT merupakan langkah strategis untuk menjaga produktivitas tembakau sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. “Dengan metode ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang optimal, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menegaskan bahwa ketahanan pangan berkelanjutan harus benar-benar ditingkatkan, karena pertahanan negara itu salah satu faktornya adalah Pangan.
Dengan dukungan semua pihak, penerapan PHT diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas unggulan daerah.