Rakor Antisipasi Penurunan Serapan Tembakau Dilanjutkan di Wonosamodro

Wonosamodro, 17 Juli 2025. Melanjutkan agenda Rapat Koordinasi Antisipasi Penurunan Serapan Tembakau tahun 2025 yang telah dilaksanakan satu hari sebelumnya di Kecamatan Selo, kegiatan rakor dilanjutkan di Aula Kecamatan Wonosamodro. Beberapa instansi  hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, serta dari PT. Sadhana Arifnusa, salah satu pelaku usaha tembakau yang berpusat di Surabaya.

Seperti halnya pada rakor sebelumnya, pembahasan masih seputar rendahnya serapan tembakau petani. Mengingat bulan Juli ini sudah hampir panen tembakau, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya pertemuan dengan para pihak untuk membahas pemasaran tembakau. Untuk mendukung penyerapan tembakau, PT. Sadhana Arifnusa menawarkan program kemitraan, dimana PT. Sadhana Arifnusa akan menyerap tembakau petani dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh perusahaan. Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menyarankan kepada petani agar membuat analisis usaha untuk mengetahui untung rugi dalam berbudidaya tanaman, khususnya tembakau

Kelompok tani pembudidaya tembakau menyambut baik adanya rakor ini. Mereka mengharapkan tembakau yang dihasilkan petani dapat terserap dengan cepat. Salah satunya dengan difasilitasi kemitraan dengan PT. Sadhana Arifnusa. Para petani juga meminta adanya pendampingan pada saat budidaya, agar tembakau yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik.

Dari rangkaian rakor antisipasi penurunan serapan tembakau, dihasilkan beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan, agar ke depan tembakau Boyolali semakin berkualitas dan lebih diminati di pasar.