Rapat Koordinasi Antisipasi Penurunan Serapan Tembakau tahun 2025 di Selo, Boyolali

Selo, 16 Juli 2025, bertempat di Rumah Bapak Sukani (Ketua KT Tani Unggul), Dukuh Sepandan Kidul, Desa Selo, Kecamatan Selo, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Antisipasi Penurunan Serapan Tembakau Kegiatan Intensifikasi Tanaman Tembakau Tahun 2025. Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu respon terhadap Isu penghentian pembelian tembakau petani oleh PT. Gudang Garam. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Suyanta, SIP. MM  selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Hj. Endrianingsih Yunita H, S.P., anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Dian Hardianto, SP dari PT. Merabu, salah satu anak perusahaan PT. Djarum yang bergerak dalam bidang pengadaan bahan baku rokok khususnya tembakau dan menjalin kemitraan dengan petani tembakau.

Adanya isu tersebut, menimbulkan kekhawatiran tidak terserapnya tembakau petani. Petani mengharapkan adanya kebijakan, agar tembakau yang dihasilkan petani dapat terserap.  Beberapa usulan yang disampaikan antara lain penurunan cukai rokok dan pendirian pabrik rokok di Boyolali. Menanggapi hal tersebut, Hj. Endrianingsih Yunita H, S.P. berjanji menyampaikan kepada para pengambil kebijakan. Terkait dengan penyerapan tembakau petani, Dian Hardianto, SP menyampaikan saat ini, PT. Merabu hanya bisa menampung tembakau petani yang telah memiliki kemitraan. Tetapi dengan kualitas tembakau yang terus dijaga, tidak menutup kemungkinan akan ada perusahaan yang bersedia menampung tembakau petani. Terkait dengan petani yang belum tergabung dalam kemitraan dengan PT. Merabu, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali akan melakukan Inventarisasi petani non kemitraan untuk menghitung potensi produksi yang belum terserap. 

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama petani dan para narasumber sebagai bentuk komitmen bersama mendukung pertanian tembakau Boyolali yang maju dan dapat mensejahterakan masyarakat.