
Nogosari (8/11/2025). Pemerintah Kecamatan Nogosari bersama Pemerintah Desa Keyongan dan Kelompok Tani Sido Makmur melaksanakan kegiatan Tanam Perdana Benih Padi Lahan Kering pada Kamis pagi (6/11/2025) di area persawahan Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong produktivitas lahan kering serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut dihadiri oleh Camat Nogosari Sarwanto, S.IP, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Kristini Boedyarti, STP., MM, perwakilan Koramil 13 Nogosari Peltu Suyatno, Kepala BRMP Provinsi Jawa Tengah Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si, serta Kepala Desa Keyongan beserta anggota Kelompok Tani Sido Makmur. Kehadiran para pejabat dan tokoh pertanian tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat tani dalam memajukan sektor pertanian di Boyolali.Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh peserta dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini.
“Kehadiran Bapak dan Ibu memberikan semangat bagi kami untuk terus menjalin silaturahmi dan memperkuat kerja sama antar petani. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang belajar bersama untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan serta berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Sementara itu, Camat Nogosari, Sarwanto, S.IP, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan benih padi varietas Inpari 32 kepada petani di Desa Keyongan. “Atas nama Pemerintah Kecamatan Nogosari, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga benih ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat,” tutur beliau. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Boyolali.
Dukungan juga datang dari Koramil 13 Nogosari. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Peltu Suyatno menyampaikan bahwa jajaran TNI selalu siap membantu dan mendampingi petani dalam setiap kegiatan pertanian. “Kami dari Koramil 13 Nogosari siap mendukung penuh setiap kegiatan pertanian di wilayah ini. Melalui kerja sama yang baik antara petani dan aparat, diharapkan produksi pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin baik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian di desa.
Kristini Boedyarti, STP., MM, Kepala Bidang TPH, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menambahkan bahwa kegiatan tanam perdana ini sejalan dengan program inovasi pertanian yang tengah dikembangkan oleh pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa Boyolali telah mendorong berbagai inovasi seperti pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian dan peternakan, yang dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. “Melalui inovasi lokal dan kerja sama antarpetani, kita dapat memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kemandirian petani. Kami berharap semangat ini terus dijaga agar pertanian Boyolali semakin maju,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BRMP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si,, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan kolaborasi antar pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian. “Pertanian tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri. Kita harus bersama-sama menjaga air, mengelola lahan dengan bijak, dan membangun semangat gotong royong di antara petani. Inilah kekuatan utama yang akan membawa kemajuan,” ujarnya.
Beliau juga mendorong pembentukan koperasi tani sebagai sarana pemberdayaan petani agar lebih mandiri secara ekonomi. “Koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga kekuatan sosial untuk memperkuat peran petani di wilayahnya,” tambahnya.
Kegiatan tanam perdana ini kemudian dilanjutkan dengan penanaman benih padi varietas Inpari 32 secara simbolis oleh para pejabat yang hadir bersama perwakilan petani. Suasana kebersamaan terlihat jelas di tengah para peserta yang penuh semangat dan optimisme. Melalui kegiatan ini, diharapkan produktivitas lahan kering di Desa Keyongan dapat meningkat, sekaligus menjadi lahan percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Boyolali dalam mengelola potensi pertanian secara berkelanjutan. Acara diakhiri dengan doa bersama agar musim tanam kali ini membawa hasil panen yang melimpah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat tani.
Dukungan penuh dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, TNI, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat semangat bersama menuju pertanian yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Erico Yoga Saputra, Administrasi Pertanian