Bupati Boyolali lakukan monitoring pupuk bersubsidi di PUD Lumayan Group dan PPTS Sumber Makmur, Andong

Andong (4/11/2025). Guna mendukung Asta Cita yang pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, salah satunya adalah Memantapkan sistem pertahanan & keamanan, dan mendorong kemandirian bangsa (swasembada pangan, energi, air; ekonomi kreatif, hijau & biru), pemerintah berkomitmen untuk menyediakan pupuk murah bagi petani.  Komitmen tersebut ditunjukkan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian No. 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang tentang “Jenis, Harga Eceran Tertinggi (HET), dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025”. Dengan terbitnya peraturan tersebut,harga pupuk subsidi kini resmi turun di seluruh penjuru Nusantara sehingga diharapkan meringankan beban para petani. 

Untuk memonitor implementasinya, pada tanggal 4 November 2025 Bupati Boyolali langsung turun ke lapangan untuk memastikan bahwa harga pupuk bersubsidi sudah turun sesuai dengan Keputusan Menteri di atas. Didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kab. Boyolali,  Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Andong, perwakilan dari Pupuk indonesia, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Andong, Bupati mengunjungi distributor pupuk bersubsidi PUD Lumayan Group dan PPTS Sumber Makmur di Kecamatan Andong.

Hasil dari monitoring yang dilakukan di kedua distributor pupuk bersubsidi tersebut menunjukkan bahwa Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sudah turun 20% dari harga semula per tanggal 22 Oktober 2025 sesuai dengan Keputusan Menteri di atas. Bupati menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pupuk subsidi serta meninjau langsung penyesuaian harga pupuk yang resmi turun sejak Oktober lalu. Beliau memberikan apresiasi atas komitmen distributor pupuk  bersubsidi untuk menjual pupuk sesuai dengan keputusan Menteri.

Fahrudin Bahar, Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menambahkan bahwa Kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan daya beli dan kesejahteraan petani, sekaligus memastikan ketersediaan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau di tingkat lapangan. Kebijakan ini menjadi bentuk perhatian serius pemerintah terhadap keberlangsungan produksi pangan nasional, terutama di tengah dinamika harga sarana produksi pertanian yang sering kali membebani petani

Dengan peninjauan langsung secara berkala, Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap distribusi pupuk bersubsidi tetap tepat sasaran, stok aman, dan harga terkendali, sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Boyolali.

Rozzaq Shofiyono, Pengadministrasi Pertanian

Tinggalkan komentar