Mojosongo (31/10/2025). Dalam Rangka meningkatkan produksi komoditas pertanian Kabupaten Boyolali, Dinas Pertanian Kab.Boyolali melakukan optimalisasi lahan pertanian, salah satunya di Rutan Kelas IIB Boyolali. Pada Rutan Kelas IIB Boyolali terdapat lahan seluas 3.000 m2 yang disediakan untuk budidaya pertanian. Saat ini lahan tersebut sudah dimanfaatkan untuk tanaman pertanian seluas 2.500 m2 dengan ditanami tanaman sayur mayur, melon Hidroponik, anggrek dan sebagian untuk kolam ikan. Dari kunjungan sebelumnya, diperoleh informasi bahwa kondisi tanah di Rutan Kelas IIB Boyolali kurang subur sehingga hasil panen tidak maksimal. Menindaklanjuti hal tersebut, pada tanggal 31 Oktober 2025, Kepala Dinas Pertanian bersama PT. Pupuk Indonesia mengadakan kunjungan lanjutan untuk memberikan bantuan pupuk guna mendukung program ketahanan pangan dan program pembinaan kemandirian di Rutan Kelas IIB Boyolali. Jenis pupuk yang diperbantukan antara lain: pupuk organik granule sebanyak 500 kg. Turut menyaksikan penyerahan tersebut Penyuluh Pertanian BPP Mojososongo, dan Kasubsi Pengolahan Rutan Kelas IIB Boyolali.


Suyanta, SP., M.M, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan supporting Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali sebagai kepanjangan tangan Bupati Boyolali dalam rangka partisipasi mendukung kegiatan ketahanan pangan yang ada di Rutan kelas IIB Boyolali. Harapannya, warga binaan yang telah lulus, mempunyai skill dan keterampilan sehingga bisa kembali ke masyarakat dengan baik. Akbral Febri Handrian. Str. Pas, selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan kelas IIB Boyolali menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pupuk Indonesia atas sumbangan pupuk dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Rutan kelas IIB Boyolali. Semoga ke depannya bisa terus bersinergi untuk mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bermanfaat untuk masyarakat.
Seusai acara ramah tamah, kegiatan dilanjutkan dengan acara memetik buah melon organik. Ari Listiana, SP., M.I.Kom, selaku pemandu acara menjelaskan progres budidaya melon hidroponik. Jenis melon yang dibudidayakan adalah sweet lavender, versi khusus hidroponik AB Mix. Pemeliharaan berkala yang dilakukan antara lain, perawatan berkala dan pengecekan debit air dan PH di angka 6,3-6,5. Penanggung jawab kebun melon hidroponik sebanyak 3 orang dibantu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan. Marwoto, salah satu warga binaan Rutan Kelas IIB Boyolali, mengucapkan terima kasih atas bimbingannya untuk bercocok tanam dan menanam hidroponik. Ilmu ini untuk bekal keluar dari Rutan kelas IIB Boyolali dan akan ajarkan kepada masyarakat di tempat asalnya.
Rutan Kelas IIB Boyolali siap memajukan pertanian Boyolali
(Muhamad Ampri Setiawan, Pengadministrasi Pertanian)