Ikuti Sosialisasi Teknik Perawatan Alat Mesin Pertanian, UPJA harus lebih Mandiri

Mojosongo (21/10/2025). Selasa pagi, 21 Oktober 2025, puluhan petani tampak antusias mengikuti kegiatan “Sosialisasi Operator, Perawatan, dan Pengelolaan Alat Mesin bagi Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA)” yang digelar di Rumah Ketua Kelompok Tani Tani Harjo, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan operator UPJA untuk merawat peralatan mereka, sehingga meminimalkan kerusakan, mengurangi biaya operasional, dan memaksimalkan masa pakai alat serta pengelolaan Manajemen UPJA. Sebanyak 24 peserta dari 12 kelompok tani dan gapoktan hadir dari berbagai kecamatan di Boyolali, antara lain Musuk, Mojosongo, Tamansari, Cepogo, Sawit, Teras, hingga Juwangi. Narasumber berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, BPP Mojosongo, dan PT Pura Baru Tama sebagai mitra teknis. Dalam kegiatan ini, peserta tak hanya duduk mendengarkan. Mereka diajak berdiskusi interaktif tentang masalah yang kerap terjadi di lapangan, dari perawatan alat hingga strategi manajemen UPJA yang efektif. Setelah itu, mereka langsung turun ke lapangan untuk praktek mengoperasikan dan merawat alat mesin pertanian. Instruktur dengan sabar memberikan arahan satu per satu, memastikan setiap peserta benar-benar memahami teknik penggunaan dan perawatan alat dengan aman serta efisien.

Joko Mulyono, S.TP, selaku narasumber dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyampai bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas petani dan operator UPJA di seluruh Jawa Tengah.“Petani sekarang bukan hanya harus bisa menanam dan panen, tapi juga harus bisa mengelola alat pertanian modern. Dengan keterampilan ini, mereka bisa lebih mandiri, efisien, dan hemat biaya,” ujarnya

Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Salah satu anggota Kelompok Tani Tani Harjo, Sutrisno, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. “Biasanya kami cuma pakai alat tanpa tahu perawatan detailnya. Setelah ikut pelatihan ini, jadi tahu cara merawat traktor biar awet dan nggak cepat rusak. Ini sangat membantu kami di lapangan,” katanya sambil tersenyum.

Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini berjalan lancar dan penuh semangat. Para peserta berharap pelatihan serupa bisa terus dilakukan secara rutin agar pengetahuan mereka semakin bertambah dan bisa diterapkan langsung di lahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani dan operator UPJA di Boyolali semakin siap menghadapi era pertanian modern, di mana efisiensi, teknologi, dan keterampilan menjadi kunci utama keberhasilan.

Dengan dukungan berbagai pihak, pertanian Boyolali kini melangkah lebih mantap menuju pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan, sesuai semangat Jawa Tengah menuju “Pertanian Maju dan Petani Sejahtera.”

Tri Joko Hariyadi, pengolah data dan informasi, Bid. (Perkebunan)

Tinggalkan komentar