Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Gelar Bimtek P2B untuk Optimalkan Pekarangan sebagai Sumber Pangan Bergizi

Ngemplak dan Klego (9/10/2025). Dalam rangka optimalisasi lahan pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Tahun 2025 di dua kecamatan, yaitu Ngemplak dan Klego. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas teknis pertanian dan petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk menghasilkan sayur dan buah bergizi. Upaya ini sekaligus menjadi dukungan nyata terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kristini Boedyarti, S.TP, MM, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali selaku tim teknis Bimtek P2B menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat berdasarkan potensi lokal guna mendukung pola hidup sehat, aktif, dan produktif. “Program P2B ini kami harapkan dapat dilaksanakan sebaik mungkin sesuai ketentuan agar mampu meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk kecamatan Ngemplak, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2025 di  kantor BPP Kecamatan Ngemplak dan diikuti 13 anggota kelompok tani penerima bantuan P2B. Untuk Kecamatan Klego, kegiatan dilaksanakan di  kantor BPP Kecamatan Klego pada 9 Oktober 2025 dan diikuti 18 anggota kelompok tani penerima bantuan P2B.

Selama kegiatan bimtek, peserta menerima materi yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, PPL Kecamatan Ngemplak/Klego, serta POPT. Topik yang disampaikan terkait teknis pelaksanaan P2B, budidaya cabai dan aneka sayuran serta pisang, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain mendapatkan materi, eserta juga mendapatkan bantuan sarana produksi P2B berupa bibit pisang Raja Bulu Kuning dalam polybag, benih sayuran (caisim, jagung manis, buncis, kacang panjang, kangkung, dan tomat, bibit cabai Rawit dan Keriting dalam polybag), pupuk (KNO3 dan NPK), pestisida nabati, ikat kuning dan Hand Sprayer elektrik   dengan kapasitas 16 liter untuk mendukung keberhasilan kegiatan.

Para peserta menyambut positif pelaksanaan Bimtek tersebut. Mereka berkomitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada seluruh anggota kelompok tani serta memastikan bantuan yang diterima memberikan dampak langsung bagi peningkatan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga. Dengan adanya kegiatan Bimtek ini, diharapkan masyarakat semakin mampu memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau untuk mendukung terwujudnya Boyolali Sehat dan Mandiri Pangan.

(Erico Yoga Saputra, Pengadministrasi Pertanian).

Tinggalkan komentar