
Klego, 27 Agustus 2025. Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat dalam pengembangan komoditas pertanian, Bapak Suyanta, SP., MM selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali melakukan anjangsana dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Gondanglegi, Kecamatan Klego. Pertemuan yang dilaksanakan di Balai Desa Gondanglegi tersebut diikuti oleh KTH Wono Makmur I dan KTH Wono Makmur II. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Klego, Penyuluh Kehutanan CDK Wil. III Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kades Gondanglegi dan Kades Beji.
KTH Wono Makmur I dan KTH Wono Makmur II merupakan dua KTH di Desa Gondanglegi yang telah melakukan budidaya tanaman buah seperti mangga, jambu, alpukat dan tanaman serbaguna lainnya. Beberapa jenis tanaman tersebut sebagian merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Lahan yang digunakan untuk melakukan penanaman sebagian berstatus kawasan hutan yang masuk dalam mekanisme perhutanan sosial.
Saat ini KTH Wono Makmur I mengelola lahan seluas seluas 239 Ha, tetapi yang sudah ditanami alpukat seluas 4 Hektar dalam kondisi belum panen. Jika dipelihara dengan baik, dalam 2 atau 3 tahun ke depan diperkirakan kebun alpukat tersebut sudah akan bisa dipanen hasilnya. Untuk pengembangan, mereka berharap lahan-lahan di kawasan hutan yang ada di Desa Gondanglegi dapat dikelola masyarakat untuk budidaya tanaman buah. Tentu saja dengan tidak melanggar aturan yang berlaku dalam pengelolaan kawasan hutan.
Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Kehutanan siap mendampingi KTH dalam pengelolaan hutan yang masuk dalam mekanisme perhutanan sosial dengan pola budidaya agroforestry. Penanaman pohon buah selain dapat meningkatkan ekonomi masyarakat masyarakat juga merupakan bagian dari penghijauan yang selaras dengan tujuan pengelolaan hutan.
Bapak Suyanta, SP., MM, (Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali) menyampaikan bahwa pada prinsipnya Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali mendukung inisiatif kelompok tani untuk melakukan budidaya tanaman pertanian. Dengan melihat karakteristik lahan, beberapa komoditas yang memungkinkan untuk dikembangkan antara lain karet , kopi, kakao dan alpukat. Dari hasil musyawarah dan pengarahan telah disepakati komoditas yang akan dikembangkan adalah alpukat. Selanjutnya Kelompok Tani diminta untuk membuat proposal pengusulan bantuan bibit alpukat kepada Dinas Pertanian untuk diproses lebih lanjut.
Tanam Alpukat, Hijaukan Hutan, Sejahterakan Masyarakat