Desa Mudal Panen Perdana Bawang Bombai “Menuju Sentra Produksi Baru di Boyolali”

Boyolali, 27 August 2025. Suasana Desa Mudal, Kecamatan Boyolali, hari ini terasa berbeda. Para Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Tani Desa Mudal tengah bersemangat karena untuk pertama kalinya, uji coba budidaya Bawang Bombay yang dimulai pada 18 Juli lalu, resmi memasuki masa panen. Dari lahan demplot berukuran +-200 M2, hasil panen mencapai 1.388 Kg Bawang Bombay basah. Jika dihitung,  produktivitasnya setara dengan 47 Ton/Ha. Angka yang cukup fantastis untuk ukuran komoditas baru di Boyolali. “Ini bukti bahwa Bawang Bombay bisa tumbuh subur di Boyolali” ujar salah satu petani dengan wajah sumringah. Panen kali ini juga menjadi momen percontohan. Ubinan dilakukan di tiga titik dengan ukuran 1 x 1 Meter. Varietas yang ditanam adalah “Trophy ON 6” dan calon varietas “Trophy ON 1”, yang ditanam dari biji dan dipanen dalam waktu 90 hari. Jika dijual dalam kondisi kering, Bawang Bombay bisa bernilai lebih tinggi, mengingat harga impor saat ini berada pada kisaran Rp. 17.000 per kilogram.

Hal ini tercetus pada saat acara perayaan panen Bawang Bombay yang berlokasi di demplot Bawang Bombay di Desa Mudal, Kecamatan Boyolali. Tak hanya petani, acara panen juga dihadiri berbagai pihak di antaranya Plt. Kepala Dinas Kabupaten Boyolali, Camat Boyolali, perwakilan PT Agrosid Primasid, Yayasan Migunani, hingga Kelompok Tani Ledok Tani I Desa Mliwis dengan total peserta sebanyak 40 orang.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Bapak Suyanta, SP., MM., menyampaikan apresiasinya. Beliau mendorong agar pengalaman budidaya ini bisa dibagikan ke kelompok tani lain, supaya produksi makin luas dan kebutuhan bawang bombay di Boyolali bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri. Sementara itu, Yayasan Migunani menegaskan bahwa Desa Mudal berpeluang menjadi sentra produksi bawang bombay, bahkan penyuplai ke luar daerah.

Lebih dari sekedar uji coba, panen ini menunjukkan bahwa diversifikasi pertanian membuka jalan baru bagi petani. Selama ini, Bawang Bombay masih menjadi salah satu komoditas Impor di Indonesia. Jika Boyolali berhasil mengembangkan produksinya, bukan mustahil suatu hari Bawang Bombay dari Boyolali bisa bersaing di pasar nasional, bahkan internasional. Dengan kerja sama antara petani, pemerintah, dan mitra swasta, cita-cita itu bukan hanya angan-angan, tetapi bisa menjadi kenyataan.

Desa Mudal Siap Menulis Sejarah Baru, Boyolali Swasembada Bawang Bombay, BISA!

Tinggalkan komentar