Banyudono Panen Edamame Lagi

Banyudono, 11 Agustus 2025. Didampingi oleh penyuluh Pertanian dari BPP Banyudono, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Bapak Suyanta, SP. MM, berkesempatan meninjau lokasi panen Edamame di Desa Jipangan, Kecamatan Banyudono. Lokasi yang dikunjungi adalah lahan milik Pak Muryanto, salah satu anggota kelompok Tani Taru Pambudi Desa Jipangan. Panen ini merupakan yang kelima kali oleh Pak Muryanto. Kehadiran Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menjadi motivasi bagi Pak Muryanto untuk terus berinovasi. 

Ide budidaya Edamame bermula saat anak Pak Muryanto melakukan kunjungan ke Temanggung. Disana, Edamame telah dikembangkan secara luas oleh petani. Berbekal benih dan ilmu dari sana, pada tahun 2024, Pak Muryanto membudidayakan edamame di lahan mereka. Pak Muryanto menjadi yang pertama mengembangkan Edamame di Kecamatan Banyudono.

Bagi Pak Muryanto, budidaya edamame sangat menguntungkan. Tanaman ini mempunyai jangka panen yang cukup pendek yaitu selama 65 hari. Dalam 1 tahun bisa panen 5 kali. Untuk pengelolaannya juga cukup sederhana. Lahan yang digunakan untuk budidaya Edamame mempunyai air yang cukup, tetapi tidak menggenang. Dan yang terpenting bebas gulma. Untuk mengatasi gulma petani menggunakan mulsa. Untuk pemupukan, selain menggunakan pupuk kimia, Edamame juga memanfaatkan rhizobium sebagai pupuk organik. Sebagaimana jenis polong-polongan lainnya, akar edamame bersimbiosis dengan Rhizobium untuk membentuk bintil akar. Rhizobium membantu tanaman menyerap nitrogen dari atmosfer dan mengubahnya menjadi senyawa yang dapat digunakan oleh tanaman, sementara tanaman menyediakan nutrisi bagi bakteri. Dengan pertimbangan tersebut, pada saat pemanenan, petani tidak akan mencabut tanaman Edamame, tetapi menyulamnya. Akar tanaman yang tertinggal akan bersimbiosis dengan rhizobium menjadi pupuk organik.

Lahan yang dikelola oleh Pak Muryanto untuk budidaya Edamame seluas 2.000 m2. Dalam 65 hari, Hasil panen yang diperoleh sebanyak 2,5 – 3 ton. Jika harga 1 kilo edamame Rp. 15.000,-, maka dalam sekali panen bisa mendapatkan hasil mencapai 37 – 45 juta. Untuk pemasarannya,  Pak Muryanto bermitra dengan PT. Kelola Agro Makmur, perusahaan eksportir Edamame yang berpusat di Temanggung untuk menampung hasil panennya. Sebagian juga dijual eceran ke masyarakat sekitar. Tahun ini Pak Muryanto melakukan uji coba tumpangsari dengan Jagung. Sekilas penampakan tanaman edamame yang berumur 1 bulan terlihat subur. 

Selaku anggota kelompok Taru Pambudi, Pak Muryanto juga mendapatkan pendampingan dari BPP Banyudono. Menurut Dwi Hartono, Penyuluh Pertanian BPP Banyudono, sampai dengan saat ini pendampingan yang dilakukan masih sebatas pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Untuk pupuk dan bibit, Pak Muryanto masih mengusahakan sendiri.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pertanian menyampaikan apresiasi kepada pak muryanto, yang telah berinovasi dengan mengembangkan komoditas baru di Kecamatan Banyudono yang dapat mendukung ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Bupati untuk selalu berinovasi. Beliau berharap, ke depan lahan-lahan pertanian yang belum dikelola dengan maksimal agar diberdayakan dengan komoditas Edamame.

Terima kasih petani yang telah berinovasi, terima kasih kepada penyuluh pertanian yang terus  mendampingi, pemerintah akan responsif terhadap setiap kegiatan inovasi pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan komentar