Banyudono Panen Edamame, Omsetnya Cukup Menggiurkan

Banyudono, 30 Juli 2025. Edamame, salah satu komoditas pertanian di Kecamatan Banyudono telah memasuki masa panen. Hari Rabu, 30 Juli 2025, Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banyudono melakukan anjangsana ke rumah Bapak Muryanto, salah seorang petani Edamame yang tinggal di Dukuh Kauman, Desa Jipangan Kecamatan Banyudono untuk melakukan monitoring penanganan pascapanennya.  

Edamame adalah kacang kedelai muda yang dipanen saat masih hijau dan segar, biasanya dalam bentuk polong. Edamame populer sebagai camilan atau hidangan pembuka, terutama dalam masakan Asia Timur.  Tanaman ini mulai dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1990-an, awalnya untuk memenuhi kebutuhan komunitas Jepang di Indonesia. Budidaya Edamame kemudian berkembang di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Boyolali.

Bagi Pak Muryanto, budidaya Edamame dianggap sangat menguntungkan jika dibandingkan komoditas padi atau lainnya. Edamame berumur pendek, biaya produksi lebih murah dan hasilnya lebih menjanjikan. Dari luasan 3.000 m2, Beliau bisa mendapatkan omset  kurang lebih 27 juta dalam sekali panen dengan waktu panen 65 hari. Sedangkan dalam 1 tahun bisa panen sampai dengan 5 kali.

Bagi yang belum mengenal dengan baik, edamame seperti layaknya komoditas pertanian lainnya. Tetapi dengan analisis usaha yang menguntungkan, edamame patut dipertimbangkan sebagai alternatif komoditas pertanian unggulan.

Tinggalkan komentar