
Ngemplak, 18 Juli 2025. Sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian, pada hari Jumat, 18 Juli 2025 Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Sosialisasi Benih Jagung dan Pelatihan Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani, penyuluh pertanian, serta unsur pemerintah desa, dengan fokus utama pada dua hal: peningkatan pemahaman terhadap benih jagung unggul dan pelatihan pengoperasian alsintan.
Pada sesi sosialisasi, peserta diberikan informasi mengenai karakteristik dan keunggulan benih jagung varietas unggul, yang mampu meningkatkan hasil panen, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki siklus tanam yang lebih efisien. Langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan produktivitas jagung sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.Sementara itu, pelatihan alsintan difokuskan pada dua alat yaitu combine harvester dan tractor crawler. Combine harvester adalah alat panen modern yang mampu memotong, merontokkan, dan membersihkan hasil panen dalam satu proses terpadu, sedangkan tractor crawler adalah pengolah tanah yang dirancang untuk kondisi lahan berlumpur dan memiliki daya cengkram tinggi, sangat cocok untuk wilayah dengan topografi menantang seperti di sebagian wilayah Boyolali.

Pelatihan mencakup pengoperasian, perawatan, hingga praktik lapangan, dengan tujuan agar petani tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan secara mandiri dan efektif. Hal ini menjadi penting mengingat peningkatan adopsi teknologi pertanian memegang peranan kunci dalam menghadapi tantangan iklim dan keterbatasan tenaga kerja.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para petani yang berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan pengetahuan, pelatihan juga memberikan kepercayaan diri bagi petani dalam mengadopsi teknologi yang mendukung pertanian modern.
Melalui kegiatan ini, diharapkan petani khususnya Desa Sindon dan umumnya di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali dapat memanfaatkan teknologi dan inovasi pertanian secara optimal, serta mendorong pengembangan sektor pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Boyolali.