”PERAN GENERASI MUDA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PRODUK SAYURAN DI KECAMATAN SELO”

        Disusun oleh : Yuan Widiyastuti Mahasiswa Universitas Boyolali prodi Agroteknologi

  Kecamatan Selo merupakan salah satu daerah sentra hortikultura terbesar (khususnya sayuran) di Kabupaten Boyolali yakni mencapai luas panen sebesar 3.120 ha dengan nilai produksi sebanyak 490.410 ton (BPS 2019). Namun demikian, tingkat kemiskinan di Kecamatan Selo masih cukup banyak yakni mencapai 6,75% (Dinas Sosial Kabupaten Boyolali 2022). Hal ini disebabkan rendahnya harga jual dari hasil panen para petani, sehingga pendapatan mereka pun sangat rendah.

          Berdasarkan informasi di lapangan, mayoritas petani menjual hasil panen mereka dengan kualitas yang sangat minim penanganan pasca panen ke pedagang pengepul yang datang ke rumah mereka, sehingga harga jual yang mereka dapatkan jauh lebih rendah dari harga pasar. Hal ini mereka lakukan karena mereka beranggapan lebih minim resiko, lebih hemat biaya penanganan, dan lebih cepat dalam proses penerimaan penjualan dari hasil panen mereka.

          Dalam hal ini, peran generasi muda dalam peningkatan kualitas produk sayuran di Kecamatan Selo sangat dibutuhkan agar dapat meningkatkan pendapatan petani. Generasi muda yang aktif, kreatif dan inovatif dapat sangat membantu petani dalam meningkatkan kualitas produk yang berujung pada peningkatan pendapatan dari hasil panen mereka, seperti halnya melakukan pelatihan sortasi atau pemilahan produk sesuai dengan kebutuhan pasar, grading atau pengelompokan produk berdasarkan tingkat kualitas, pengemasan produk, hingga pemasaran produk sayuran di Kecamatan Selo baik secara offline maupun secara online agar jangkauan pemasaran semakin luas. Sebagai contoh yakni gerakan yang dilakukan para petani muda di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, yang membentuk kelompok tani “Agro Ayuning Tani”, selain membudidayakan sayuran dengan kualitas yang tinggi agar dapat menjadi acuan petani sekitar, kelompok ini juga membuat obat-obatan organik untuk tanaman, seperti PGPR, Tricoderma Padat dan Juga Cair, Pestisida Nabati, POC dan lain sebagainya untuk keperluan pertanian organik kelompok dan juga untuk kalangan masyarakat sekitar.

          Jika generasi muda mampu melakukan gebrakan serta menanamkan pemahaman kepada para petani terkait pentingnya peningkatan kualitas produk sayuran di Kecamatan Selo, maka semakin hari para petani di Kecamatan yang awalnya hanya menjual hasil panen mereka ke pedagang pengepul, akan lebih inovatif dalam meningkatkan kualitas produk mereka, baik dari segi sortasi, grading, pengemasan, hingga pemasaran produk mereka. Dengan demikian pendapatan para petani di Kecamatan Selo akan meningkat dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan para petani di Kecamatan Selo sehingga dalam jangka panjang akan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di Kecamatan Selo.

Tinggalkan komentar